Dalam system perpipaan, pemilihan valve yang tepat dan sesuai dapat mempengaruhi efisiensi operasional, kemudahan perawatan, hingga umur pakai system. Dua jenis valve yang paling umum digunakan di pasaran maupun proyek water treatment adalah Gate Valve dan Ball Valve. Meskipun keduanya berfungsi untuk membuka dan menutup aliran, keduanya memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan antara Gate Valve dan Ball Valve agar tidak salah memilih kebutuhan yang sesuai untuk proyek Anda.
Gate Valve: Air Minim Terhambat

Gate valve bekerja dengan cara mengangkat dan menurunkan gate (pintu) di dalam valve. Ketika terbuka penuh, gate akan terangkat sepenuhnya sehingga aliran air dapat melewati valve dengan minim terjadinya hambatan.
Point plus dari Gate Valve:
Ball Valve: Cepat & Praktis

Ball valve bekerja dengan menggunakan bola berlubang yang berputar 90 derajat untuk membuka atau menutup aliran. Desain ini memungkinkan pengoperasian yang cepat dan praktis.
Point plus dari Ball Valve:
Lalu, Mana yang Lebih Efisien?
Jika efisiensi yang dimaksud adalah meminimalisir hambatan aliran, maka Gate Valve menjadi salah satu pilihan yang baik karena memberikan pressure loss yang sangat rendah ketika gate terbuka penuh.
Namun jika efisiensi yang dimaksud adalah kemudahan dan kecepatan pengoperasian, maka Ball Valve memiliki keunggulan karena dapat dibuka dan ditutup hanya dengan putaran 90 derajat.
Oleh karena itu, pemilian valve sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan system aplikasi perpipaan, dan karakteristik aplikasi yang digunakan.
Samiplast menyediakan Gate Valve, dan Ball Valve berbahan dasar UPVC maupun CPVC. Kontak kesini untuk mendapatkan info lebih lanjut https://samiplast.co.id/contact.